Lifescifi

Bagi institusi pendidikan, terutama pendidikan tinggi, publikasi ilmiah merupakan salah satu poin yang dapat meningkatkan akreditasi dan peringkat kampus di mata dunia. Publikasi ilmiah sejatinya berisi penemuan dan penelitian organik yang memiliki kontribusi yang jelas terhadap pemahaman dan pengetahuan akan bidang ilmu tertentu. Semakin banyak dan baik publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh sebuah lembaga pendidikan, maka semakin baik pula reputasinya di mata dunia.

EduRank menetapkan National University of Singapore (NUS) sebagai kampus dengan publikasi ilmiah terbanyak di Asia Tenggara sepanjang 2023, dengan total lebih dari 180.000 publikasi. NUS merupakan salah satu kampus top di dunia dan telah berdiri sejak tahun 1905, menjadikannya kampus tertua di Singapura.

Masih dari Singapura, Nanyang Technological University (NTU) menyusul di posisi kedua dengan total publikasi nyaris mencapai 130.000. NTU merupakan kampus tertua kedua di Singapura setelah NUS. Tidak heran jika keduanya sering menjadi incaran lulusan SMA di seluruh dunia.

Universitas Indonesia (UI) berhasil mengharumkan nama bangsa dengan duduk di peringkat kelima kampus dengan publikasi ilmiah terbanyak di Asia Tenggara, dengan total lebih dari 45.000 publikasi. UI pertama kali didirikan pada tahun 1849, sejarah panjangnya ini membuat UI salah satu kampus tertua di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *