Dualism of Sanctions in Unlawful Acts: Between Civil Damages and Criminal Punishment

Authors

  • Tora Yuliana Institut Maritim Prasetiya Mandiri, Indonesia
  • Agus Marzuki Institut Maritim Prasetiya Mandiri, Indonesia
  • Tahura Malagano Universitas Mitra Indonesia, Indonesia
  • Ino Susanti Universitas Mitra Indonesia, Indonesia
  • Dwi Nurahman Universitas Mitra Indonesia, Indonesia
  • Dina Haryati Sukardi Universitas Mitra Indonesia, Indonesia
  • Muhadi Universitas Mitra Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54518/rh.5.4.2025.709

Keywords:

Civil Law, Criminal Law, Law Harmonization, Restorative Justice, Sanctions Dualism, Teori Integrasi, Unlawful Acts.

Abstract

Sanction dualism often arises in offenses such as fraud, embezzlement, or persecution, where a single act violates public legal norms and simultaneously causes personal harm to individuals. This study explores the concept of sanction dualism the simultaneous imposition or potential overlap of criminal and civil sanctions in cases of unlawful acts within the Indonesian legal system. Using a normative juridical method, the study relies on legislative and conceptual approaches grounded in the theory of legal integration, which supports a cross-branch legal framework. The research identifies two key issues: how the legal system conceptualizes sanction dualism and how it manages the harmonization between criminal and civil law. The findings highlight that although Indonesia permits the application of dual sanctions, there are significant procedural and institutional challenges. These include limited integration of civil claims within criminal proceedings, a lack of clear technical guidelines, and inadequate protection of victims’ rights. Consequently, legal processes often become fragmented and fail to deliver substantive justice. The study recommends regulatory reform, improved coordination among legal institutions, and stronger adoption of integrative legal approaches. These efforts are crucial for achieving a legal process that is fair, efficient, and capable of restoring both legal certainty for perpetrators and justice for victims.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, serta studi kasus yang relevan. Teori yang menjadi dasar analisis adalah teori integrasi hukum yang menjelaskan perlunya pendekatan lintas-cabang hukum dalam menangani satu perbuatan melawan hukum.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia secara normatif memungkinkan pemberlakuan dualisme sanksi, namun pelaksanaannya masih menghadapi tantangan dalam hal prosedur, kelembagaan, dan perlindungan hak-hak korban. Meskipun KUHAP mengatur kemungkinan penggabungan gugatan perdata dalam proses pidana, penerapannya masih terbatas dan jarang digunakan. Selain itu, belum adanya pedoman teknis yang jelas menyebabkan proses hukum sering berjalan secara terpisah dan tidak sinkron, sehingga berisiko mengabaikan keadilan substantif.

Penelitian ini merekomendasikan perlunya harmonisasi yang lebih sistematis antara hukum pidana dan perdata, baik melalui pembaruan regulasi, peningkatan koordinasi antarlembaga penegak hukum, maupun penguatan pemahaman aparat terhadap pendekatan integratif. Tujuannya adalah agar proses hukum dapat berjalan secara efisien, adil, dan komprehensif, sekaligus menjamin pemulihan hak korban dan kepastian hukum bagi pelaku.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, M., & Prakoso, B. (2023). Freedom of contract: The Indonesian court's decisions on internasional business disputes. Indon. JLS, 4(3), 94-104.

Anisa, L. N. (2025). Reformasi hukum pidana islam: telaah nalar Arab Muhammad Abed Al-Jabiri. Journal of Islamic Economic and Law (JIEL), 2(1), 1-19

Apriani, T. (2019). Konsep perbuatan melawan hukum dalam tindak pidana. Jurnal Genec Sawara, 13(1), 212-231.

Ashadiqi, R., & Bawono, B. T. (2025). Legal review of the punishment of perpetrators of criminal acts of assault resulting in serious injuries (Study of decision no: 334/Pid. B/2023/PN. Amb and Decision No: 30/Pid. B/2023/PN. Cjr). Jurnal Hukum Khaira Ummah, 20(2), 1146-1163.

Aulia, R. C. (2023). Perbedaan perbuatan melawan hukum dalam hukum perdata dan pidana. Retrieved May 10, 2025, from https://www.hukumonline.com/klinik/a/perbedaan-perbuatan-melawan-hukum-dalam-hukum-perdata-dan-pidana-lt5142a15699512/#_ftn7

Bayanullah, M., Khusaini, M., Madjid, A., Wahy-Udi, S., & Jameelah, M. (2025). From executive branch to independent commission: the development of crime prosecution and lessons from Indonesia. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 13(1), 75-106

Charlie, R. (2024). Kamus hukum. Yogyakarta: Pustaka Paperplane.

Eugenia, F. (2024). Tantangan praktis dalam proses pembuktian perkara pidana: Kredibilitas saksi dan validitas bukti elektronik. Jurnal Iuris Studia, 5(2), 201-212.

Hakim, Lukman. (2019). Implementasi teori dualistis hukum pidana dalam rancangan kitab undang-undang hukum pidana (RKUHP). Jurnal Krtha Bayangkara, 13(1), 1-16.

Hamzah, A. (2008). Pengantar hukum pidana Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Holvoet, M. P. (2024). Hybrid criminal law. In P. Caeiro, S. Gless, V. Mitsilegas, M. J. Acosta, J. De Snaijer, & G. Theodorakakos (Eds.), Elgar encyclopedia of crime and criminal justice (pp. 646–652). Cheltenham: Edward Elgar Publishing.

Juang, N. A., Kaban, M.., & Sembiring, R. (2025). Legal certainty regarding the rules for qualifying unlawful acts and defaults in the framework of civil law reform in Indonesia. Research Horizon, 5(3), 1019–1028.

Lubis, F., Sinambela, N. F. Z., Syahputri, A., Meha, M., Syahputri, T., & Lubis, F. R. (2025). Upaya mencari kebenaran materiil dalam hukum acara perdata. Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 5(2), 1233-1246

Marasabessy, F. (2023). Restitusi bagi korban tindak pidana: Sebuah tawaran mekanisme baru. Jurnal Fakultas Hukum dan Pembangunan, 45(1), 700-715.

Marzuki, P. M. (2008). Pengantar ilmu hukum. Jakarta: Prenada Media.

Meliala, C. B., Tobing, T. L., & Oktaviana, S. (2025). Efektivitas gugatan ganti kerugian terhadap perempuan dalam kasus kekerasan seksual (Studi Putusan Nomor 132/Pid. B/2023/PN Pnn). Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 685-694.

Mertokusumo, S. (2006). Mengenal hukum: Suatu pengantar. Yogyakarta: Liberty.

Muhammad, K. A. (2004). Hukum dan penelitian hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Muhidin, A. (2023). Legal certainty regarding the execution of state administrative court decisions that have permanent legal force. al-Afkar, Journal for Islamic Studies, 6(4), 405-428.

Nasution, P. E. Z., Panjaitan, B. S., & Harahap, A. M. (2025). Pembaruan hukum pidana dalam perspektif perlindungan korban: Studi kritis terhadap penguatan hak korban dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(3), 713-725.

Radjak, K. D., & Sahabat, A. I. (2024). Implementasi perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual: tinjauan dari pemenuhan restitusi di Kabupaten Gorontalo Utara. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(6), 5553-5570.

Rosa, A. (2003). Perbuatan melawan hukum. Jakarta: Perpustakaan Nasional.

Rosalina, F. R. (2024). Efektivitas pengadilan litigasi dalam penyelesaian sengketa bisnis. Journal of Legal Sustainability, 1(1), 32-38.

Safitri, N. S., & Shaleh, A. I. (2023). Dualism of authority of investigation and investigation corruption criminal acts in Indonesia. Lembuswana Law Review, 1(1), 1–11.

Sakina, P. Y., Fikri, R. A., & Sahlepi, M. A. (2025). Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pemerasan dan atau pengancaman dalam penagihan pinjaman online (Analisis Putusan Nomor 438/Pid. Sus/2020/PN Jkt. Utr). Innovative: Journal of Social Science Research, 5(3), 6905-6918.

Situmeang, A. E., Mau, H. A., & Ismed, M. (2022). Pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana kekerasaan seksual. Jurnal Studi Interdisipliner Perspektif, 22(1), 87-97.

Subekti. (2009). Pokok- pokok hukum perdata. Jakarta: Intermasa.

Sudarto. (1986). Hukum dan hukum pidana. Bandung: Alumni.

Suhartanto, F. P., & Febrianty, Y. (2024). Perbandingan sistem hukum civil law dan common law. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 1(3), 72-83.

Sukardi, S., & Purnama, H. R. (2022). Restorative justice principles in law enforcement and democracy in Indonesia. JILS, 7(2), 155-169.

Sulaeman, E. A., Afriana, A., Mutaqqin, Z., & Suparman, E. (2023). Controversy on the absolute competency of civil courts in investigating unlawful actions committed by the government in Indonesia. Journal of Law and Sustainable Development, 11(11), 1845-1845.

Yuflikhati, N., Zaki, A., Susilowati, N., & Fahrezy, A. (2025). Perbuatan melawan hukum dalam perspektif hukum perdata dan hukum pidana studi kasus Putusan No. 28/Pdt. G/2024/PN Tmg & 113/Pid. Sus/2023/PN Tmg. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 5(1), 16-16.

Downloads

Published

2025-08-30

How to Cite

Yuliana, T., Marzuki, A., Malagano, T., Susanti, I., Nurahman, D., Sukardi, D. H., & Muhadi. (2025). Dualism of Sanctions in Unlawful Acts: Between Civil Damages and Criminal Punishment. Research Horizon, 5(4), 1177–1186. https://doi.org/10.54518/rh.5.4.2025.709

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.