Accountability of Prosecutors in the Management of Evidence and Seized Assets from Criminal Offenses

Authors

  • Calista Eka Triana Department of Law, Faculty of Law, Universitas Palangka Raya, Palangka Raya, Indonesia
  • Kiki Kristanto Department of Law, Faculty of Law, Universitas Palangka Raya, Palangka Raya, Indonesia
  • Hilyatul Asfia Department of Law, Faculty of Law, Universitas Palangka Raya, Palangka Raya, Indonesia
  • Eny Susilowati Department of Law, Faculty of Law, Universitas Palangka Raya, Palangka Raya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54518/rh.6.3.2026.1137

Keywords:

Accountability of Prosecutors, Confiscated Assets, Criminal Justice System, Evidence Management, Prosecutorial Accountability

Abstract

The management of evidence and seized assets is a crucial aspect of the criminal justice system because it is closely linked to the evidentiary process, legal certainty, and the preservation of the economic value of confiscated property. This study aims to analyze the accountability of prosecutors in managing evidence and seized assets derived from criminal offenses and to identify the obstacles encountered in their implementation. The study employed an empirical juridical method supported by a literature review approach. Primary data were obtained through interviews with prosecutors, while secondary data were collected from statutory regulations, academic books, and scientific journals. The findings reveal that prosecutorial accountability has generally been implemented in accordance with applicable legal provisions through the stages of receiving, storing, maintaining, returning, destroying, and executing evidence. Internal supervision and the application of the chain of custody principle also contribute to maintaining the integrity of evidence management. However, budget constraints, inadequate infrastructure, and evidence accumulation remain significant challenges. Therefore, strengthening the evidence management system, improving storage facilities, optimizing budget allocation, and enhancing inter-agency coordination are necessary to achieve more professional, accountable, and effective evidence management.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, L. K. (2025). Pengelolaan benda sitaan hasil tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Purwokerto. Soedirman Law Review, 7(4), 284–304. https://doi.org/10.20884/1.slr.2025.7.4.16127

Aminanto, M., Hutahayan, P., Arifin, B., & Rudhianto, A. (2025). Conflicting authority over asset seizure in tax, corruption, and bankruptcy. Law Research Review Quarterly, 11(4), 400–410. https://doi.org/10.15294/llrq.v11i4.32667

Aritonang, Y. E. A., Esther, J., & Manullang, H. (2022). Peranan kejaksaan dan upaya melakukan pengelolaan hasil eksekusi barang bukti tindak pidana korupsi (Studi di Kejaksaan Negeri Binjai). Nommensen Law Review, 1(1), 14–27. https://ejournal.uhn.ac.id/index.php/law_review/article/view/593/623

Chandra, T. (2023). Law enforcement against criminal acts of subsidized liquefied petroleum gas abuse in Indonesia. Research Horizon, 3(4), 410–420. https://doi.org/10.54518/rh.3.4.2023.150

Darizta, F., Sufitri, S., Firdaus, H., Fathony, M., & Sari, D. I. (2023). Barang bukti dalam hukum pembuktian di Indonesia. Lex Stricta: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 91–102.

Dharma, A., Ablisar, M., Mulyadi, M., & Nasution, M. (2023). Prosecutor’s intelligence functions in preventing corruption: Strategic development security technical guideline perspective. Dialogia Iuridica, 14(2), 1–26. https://doi.org/10.28932/di.v14i2.5557.

Effendy, M. (2005). Kejaksaan RI: Posisi dan fungsinya dari perspektif hukum. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Gusriana, F., & Batubara, G. T. (2025). Penggunaan alat bukti sekunder dalam menjatuhkan tuntutan pidana berdasarkan asas kepastian hukum. Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 9(4), 796–808. https://doi.org/10.24269/ls.v9i4.11966

Helmawansyah, M. (2021). Penggunaan barang bukti elektronik yang dijadikan alat bukti dalam perkara pidana. Journal of Law (Jurnal Ilmu Hukum), 7(2), 527–541.

Humas Kemenkumham Kalteng. (2020). Kontrol barang bukti di gudang terbuka Rupbasan. Retrieved on December 25, 2025, from https://mmc.kalteng.go.id/berita/read/11233/index.html

Kurniyawan, A., & Hasanah, Y. N. (2020). Peran Rupbasan sebagai lembaga pengelolaan barang sitaan tindak pidana korupsi. Reformasi Hukum, 24(1), 1–20. https://doi.org/10.46257/jrh.v24i1.106

Kuswardani, K., Kurnianingsih, M., Prakosa, A. L., & Fairuzzaman, F. (2026). Cybercrime growth and law enforcement challenges in Indonesia: A cybercriminology perspective. Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion, 5(1), 991–1006. https://doi.org/10.58421/misro.v5i1.1315

Laia, C. A. (2024). Rekonstruksi peran kejaksaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi dalam upaya penyitaan dan perampasan aset. Sukabumi: CV Jejak.

Lestari, R., Trisna, N., & Effida, D. Q. (2020). Tanggung jawab rumah penyimpanan benda sitaan negara dalam pengelolaan benda sitaan dan barang rampasan hasil tindak pidana. Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan, 4(2), 212-214.

Mujianto, M., Sibuea, H. P., & Kuba, S. (2023). Implementation of restorative justice in settlement of hate speech cases through social media in the ITE law. Research Horizon, 3(2), 98–107. https://doi.org/10.54518/rh.3.2.2023.105

Nababan, S. F., & Debora, D. (2025). Peran jaksa penuntut umum dalam penanganan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah daerah (Studi kasus di Cabang Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara di Siborong-Borong). Jurnal Media Informatika, 6(5), 2821–2825. https://doi.org/10.55338/jumin.v6i5.7397

Nasution, R. H. (2024). Peran jaksa dalam mengeksekusi barang bukti yang disita untuk negara dan telah berkekuatan hukum tetap (Studi di Kejaksaan Negeri Medan). Medan: Universitas Islam Sumatera Utara (Doctoral dissertation).

Putri, O. S. (2025). Pengelolaan barang bukti curanmor pada Kejaksaan Negeri Kampar berdasarkan Pedoman Nomor 2 Tahun 2022 tentang tata kelola benda sitaan, barang bukti dan barang rampasan negara di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (Doctoral dissertation).

Rabbiefashya, M. A., & Yusuf, H. (2025). Kedudukan barang bukti dalam pembuktian perkara pidana menurut KUHAP. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 2(5), 9433–9444.

Rachim, N. A. (2025). Tindak pidana pencucian uang: Suatu kajian benda sitaan dalam tindak pidana pencucian uang dari penyalahgunaan narkotika. Bojonegoro: Penerbit KBM Indonesia.

Rahmatsyah, R. (2025). Law education to prevent money politics: A systematic literature review. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(8), 1916–1923. https://doi.org/10.56799/jim.v4i8.10713

Raja, P. J. L., & Simamora, J. (2024). Peranan kejaksaan dalam pengelolaan barang bukti dan barang rampasan. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(6), 6022–6031. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.17156.

Rizqi, M. F. (2022). Pengelolaan barang bukti tindak pidana di Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang (Berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PER-036/A/JA/09/2011 tentang standar operasional prosedur penanganan perkara tindak pidana umum). Semarang: Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Undergraduate thesis).

Saputra, R., Permana, G., & Lestari, A. (2026). The role of restorative justice in reforming the Indonesian criminal justice system. Journal of Lex et Justitia, 2(1), 66–80. https://doi.org/10.67171/vkgwrq81

Sastro, H., Zahri, S., & Mahfuz, A. L. (2025). Pertanggungjawaban hukum penuntut umum atas kerusakan dan kehilangan barang sitaan: Studi kasus Kejaksaan Negeri Palembang. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains, 14(1), 166–182. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v14i1.27575

Setiawan, W., Lionardo, A., Widodo, S., & Alfitri, A. (2026). Model akuntabilitas dalam pengelolaan barang bukti untuk peningkatan pelayanan publik di Kejaksaan Negeri Palembang. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pemerintahan (JIAPP), 5(1), 23–33. https://doi.org/10.31289/jiaap.v5i1.6877

Siregar, O. B. (2025). Pertanggungjawaban jaksa terhadap pengelolaan barang bukti dan barang rampasan tindak pidana: (Studi pada Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Asahan). Locus Journal of Academic Literature Review, 4(2), 91–105. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v4i2.432.

Wettergren, Å., & Blix, S. B. (2022). Prosecutors’ habituation of emotion management in Swedish courts. Law & Social Inquiry, 47(3), 971–995. https://doi.org/10.1017/lsi.2021.71

Widijowati, D. (2022). Legal complexity in dealing with cyber crime in Indonesia. Research Horizon, 2(6), 597–606. https://doi.org/10.54518/rh.2.6.2022.98

Wiratmoko, A. (2022). Peran jaksa dalam penyitaan barang bukti jaminan kredit kolektibilitas macet pada penyidikan perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan keuangan perusahaan daerah. Semarang: Universitas Islam Sultan Agung (Master’s thesis).

Yudistira, O. I. (2025). Optimalisasi peran kejaksaan dalam pengelolaan barang bukti untuk mewujudkan sistem peradilan pidana yang efektif dan berkeadilan (Studi di Kejaksaan Negeri Buleleng). Buleleng: Universitas Pendidikan Ganesha (Doctoral dissertation).

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Triana, C. E., Kristanto, K., Asfia, H., & Susilowati, E. (2026). Accountability of Prosecutors in the Management of Evidence and Seized Assets from Criminal Offenses . Research Horizon, 6(3), 1293–1302. https://doi.org/10.54518/rh.6.3.2026.1137

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.